JABARONLINE.COM – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Karyamukti, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, memperkuat posisinya sebagai lokomotif ekonomi perdesaan. Koperasi ini memproyeksikan pendapatan konsolidasi menembus angka Rp1,003 miliar pada tahun 2026.
Momentum strategis tersebut ditegaskan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana tahun buku 2025 yang dihadiri oleh jajaran otoritas daerah dan lintas sektoral hari ini. Lompatan besar ini didorong oleh ambisi KDMP Desa Karyamukti untuk menjadi pusat logistik pangan desa terintegrasi, sekaligus kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut dalam arahannya memberikan apresiasi tinggi terhadap tata kelola KDMP Desa Karyamukti. Ia menilai koperasi ini sebagai prototipe koperasi masa depan yang dibutuhkan daerah.
"Desa Karyamukti membuktikan bahwa desa mampu mengelola entitas bisnis dengan standar koperasi yang baik, akuntabilitas tinggi, dan transparansi digital yang mumpuni," ujarnya saat meninjau pelaksanaan RAT.
Senada dengan hal tersebut, Camat Cibatu, Budi Dermawan, menekankan pentingnya sinergi kewilayahan untuk menjaga stabilitas pangan. Ia memastikan koordinasi intensif dengan unsur TNI (Babinsa) dan Polri akan terus diperkuat untuk mengawal distribusi logistik agar tetap aman, tepat sasaran, dan terjangkau bagi warga.
Ketua Badan Pengawas KDMP sekaligus Kepala Desa Karyamukti, Widya Heru Kartika, menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mendukung sektor produktif. Pihaknya mengalokasikan 58,03 persen Dana Desa tahun 2026 untuk penguatan modal kerja dan infrastruktur logistik.
"Fokus kami adalah memangkas rantai pasok yang panjang demi stabilitas harga pangan di tingkat desa," tegas Widya.
Sementara itu, Ketua KDMP Desa Karyamukti, Abdalah Irham, memaparkan capaian inklusi sosial yang signifikan. Pasca membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) positif di tahun perdana, koperasi menargetkan kontribusi Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp18.000.000 pada akhir 2026.
"Dengan komposisi 45,1 persen anggota perempuan, setiap langkah koperasi ini dipastikan inklusif dan terpantau secara real-time melalui dashboard KDMP nasional," jelas Abdalah Irham.