JABARONLINE.COM - Jaringan Kebudayaan Rakyat (Jaker) Kabupaten Bogor mengapresiasi langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang menghadirkan Sekolah Rakyat di Jasinga, wilayah perbatasan Jabar–Banten.
Sekretaris Jaker Kabupaten Bogor, Bung Radien, menilai kehadiran SR bisa menjadi jawaban atas tingginya angka putus sekolah.
Namun, ia juga mengingatkan agar program ini tidak berhenti sebagai proyek simbolik tanpa dampak nyata.
Menurutnya, selama ini keberadaan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar) yang didanai pemerintah belum sepenuhnya efektif di lapangan.
Banyak yang berjalan tanpa pengawasan ketat, minim kualitas, bahkan sekadar formalitas administratif. “Kalau Sekolah Rakyat hanya mengulang pola lama, maka kita sedang mengulang kegagalan yang sama,” tegasnya. Senin, (40/3/2026).
Jaker mendorong agar SR tidak hanya hadir sebagai alternatif, tetapi juga membawa standar baru dalam akses, kualitas pengajaran, serta penguatan karakter berbasis budaya lokal.
Wilayah seperti Jasinga, dengan sejarah dan dinamika sosialnya, membutuhkan intervensi pendidikan yang serius, bukan sekadar program pelengkap.
Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi titik balik, bukan hanya menekan angka putus sekolah, tetapi benar-benar mengangkat martabat generasi di wilayah pinggiran.***