JABARONLINE.COM - Wilayah Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan publik akibat kemacetan panjang yang terjadi di sejumlah titik rawan. Pertigaan Cibatok, pertigaan Cemplang, hingga kawasan Pasar Leuwiliang hampir setiap hari dipenuhi kendaraan yang tersendat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Kondisi ini membuat perjalanan warga menjadi lebih lama dan melelahkan.

Minimnya Pengaturan Lalu Lintas Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa arus kendaraan sering kali tidak diimbangi dengan pengaturan lalu lintas yang memadai. Kehadiran petugas Dishub dinilai tidak konsisten, bahkan masyarakat menilai fokus mereka lebih banyak pada aktivitas penarikan retribusi daripada mengurai kemacetan. Hal ini menimbulkan persepsi negatif dan rasa frustrasi di tengah masyarakat.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa situasi ini sudah berlangsung lama tanpa perubahan berarti. “Setiap hari macet, tapi petugas jarang terlihat mengatur. Kalau pun ada, tidak maksimal,” ujarnya. Minggu 29, Maret, 2025. Pernyataan ini mencerminkan keresahan publik yang mendesak adanya langkah nyata dari pemerintah daerah.

Tanggung Jawab dan Harapan Fenomena kemacetan di jalur lingkar Leuwiliang bukan sekadar masalah teknis, melainkan juga soal tata kelola pelayanan publik.

Persoalan ini menuntut evaluasi kinerja Dinas Perhubungan, peningkatan pengawasan terhadap petugas lapangan, serta penerapan strategi lalu lintas yang lebih efektif. Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan dengan solusi konkret, bukan sekadar wacana.

Kemacetan di jalur lingkar Leuwiliang adalah gambaran klasik dari problem transportasi perkotaan yang belum tertangani secara serius.***