JABARONLINE.COM - Bencana banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kian meluas, merendam 20 dari 30 kecamatan yang ada. Perluasan dampak ini terjadi akibat meluapnya debit air Sungai Citarum dan Sungai Cibeet, mendorong pemerintah daerah menetapkan status siaga dan memerintahkan evakuasi segera.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menegaskan bahwa status Sungai Citarum dan Cibeet telah mencapai level Awas sejak Sabtu dini hari (pukul 01.20 WIB).
"Semua warga yang tinggal dekat aliran sungai itu harus segera mengungsi," ujar Bupati Aep Syaepuloh di Karawang, saat meninjau lokasi terdampak terparah di Desa Karangligar, pada Minggu (25/1).
Bupati bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memastikan seluruh masyarakat yang berada di wilayah bantaran sungai telah dievakuasi ke tempat-tempat yang lebih aman.
Dampak Meluas dan Ribuan Rumah Terendam
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang per Jumat malam (23/1) pukul 21.00 WIB, wilayah terdampak banjir terus bertambah. Sebelumnya, banjir hanya melanda 13 kecamatan, namun kini meluas hingga 20 kecamatan.
Banjir saat ini dilaporkan telah merendam 9.650 rumah yang tersebar di 58 desa/kelurahan di 20 kecamatan sekitar Karawang.
Jumlah warga yang terdampak banjir mencapai 10.927 Kepala Keluarga (KK). Total jiwa yang terdampak mencapai 33.280 orang, terdiri dari 31.601 jiwa dewasa, 969 balita, 111 bayi, dan 599 lansia. Sebanyak 1.198 jiwa di antaranya telah mengungsi di sejumlah titik pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah.
Adapun banjir terparah terjadi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, dengan ketinggian air dilaporkan hampir mencapai dua meter.