JABARONLINE.COM – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (MUSCAM) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tanjungsari, Kabupaten Bogor, yang dijadwalkan pada bulan Januari, Majelis Pemuda Indonesia (MPI) setempat menyoroti lonjakan drastis jumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) yang terdaftar sebagai peserta.
Ketua MPI DPK KNPI Tanjungsari, Anton Hardianto, menyatakan kekhawatiran serius terkait legitimasi puluhan OKP baru yang muncul dalam kurun waktu belakangan ini.
Anton Hardianto menjelaskan bahwa fenomena munculnya banyak OKP baru menjelang MUSCAM menimbulkan dugaan bahwa organisasi-organisasi tersebut dibentuk hanya untuk kepentingan politik praktis calon ketua, bukan untuk kontribusi pembangunan pemuda.
“Semangat untuk berorganisasi dan berkontribusi dalam pembangunan wilayah Kecamatan adalah hal positif. Namun, lonjakan OKP baru ini menimbulkan kekhawatiran bagi kami selaku Ketua MPI,” ujar Anton dalam keterangan persnya, Rabu (20/12).
Konflik Data Peserta Muscam
Anton mengungkapkan adanya perbedaan data yang signifikan antara jumlah OKP yang terdaftar sebagai peserta MUSCAM dengan data organisasi yang tercatat resmi di tingkat Kecamatan.
Menurut informasi yang diterima MPI dari Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) MUSCAM KNPI Tanjungsari, yang sudah ditentukan oleh DPD Kabupaten Bogor sejumlah 36 OKP, namun OKP yang terdata dan memang ada sampai saat ini di kecamatan Tanjungsari ada 13 OKP.
Namun, setelah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan melalui Kepala Seksi Pendidikan dan Kesehatan (Kasi Pendikes), Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra), dan Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Trantib), MPI menemukan fakta bahwa jumlah OKP yang tercatat dan aktif di Kecamatan Tanjungsari hanya 11 organisasi.
“Sebelas OKP ini adalah organisasi yang memang sudah menjadi langganan peserta MUSCAM DPK KNPI Tanjungsari. Di antaranya adalah Pemuda Pancasila, GP Ansor, FKPPI, KOSGORO, dan AMS,” jelas Anton.