JABARONLINE.COM – Stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, kini tengah menjadi sorotan. Maraknya aksi kriminalitas, khususnya pencurian kendaraan bermotor, mulai meresahkan warga di tengah bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Sabtu (07/03/2026).
Meningkatnya angka kejahatan ini disinyalir merupakan dampak dari kebijakan penutupan tambang di wilayah Cigudeg-Rumpin oleh Gubernur Jawa Barat. Berhentinya aktivitas pertambangan diduga memicu kesulitan ekonomi yang berujung pada tingginya angka kriminalitas di lingkungan sekitar.
Salah seorang warga Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menceritakan pengalaman buruknya saat hampir kehilangan sepeda motor miliknya. Kejadian tersebut berlangsung di halaman rumahnya pada malam hari sekitar pukul 21.05 WIB.
"Motor saya hampir saja menjadi korban pembobolan. Kunci motor saya sudah dirusak dan tidak bisa digunakan lagi. Beruntung, motor masih bisa diselamatkan dan tidak sempat dibawa kabur oleh pelaku," ujar pemilik kendaraan Honda Vario berwarna hijau tersebut kepada wartawan, Sabtu siang.
Ia menambahkan bahwa insiden tersebut terjadi saat situasi sedang sepi. Meskipun kendaraan gagal dibawa lari, kerusakan pada bagian kunci kontak menunjukkan bahwa pelaku kejahatan kini semakin nekat beraksi di pemukiman warga.
Kondisi ini memicu kekhawatiran kolektif di kalangan masyarakat Cigudeg. Warga berharap pihak kepolisian dan instansi terkait dapat meningkatkan patroli keamanan, terutama selama bulan Ramadhan, guna menekan angka kriminalitas yang diduga kuat berkaitan dengan dampak penutupan tambang di wilayah tersebut.***