JABARONLINE.COM - Sungai Cimandiri merupakan salah satu sungai tua yang memiliki peran penting dalam sejarah terbentuknya permukiman di wilayah Bagbagan, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Sungai ini bukan hanya menjadi sumber kehidupan, tetapi juga saksi perjalanan panjang masyarakat dari masa ke masa.

Sesepuh Bagbagan Mariuk, Edem Barong, menuturkan bahwa kisah Sungai Cimandiri telah ia dengar sejak kecil dari kakeknya, seorang tokoh yang dikenal memahami betul sejarah sungai tersebut. 

Cerita cerita itu masih lekat di ingatannya hingga kini.

“Kakek saya itu tahu sejarah Cimandiri. Waktu saya masih kecil, beliau sering bercerita bagaimana sungai ini jadi sumber kehidupan orang Bagbagan,” ujar Edem Barong, Rabu (21/1/2026).

Menurut penuturan kakeknya, sejak dahulu Sungai Cimandiri dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari mengairi sawah, mencari ikan, hingga sebagai jalur transportasi tradisional. Keberadaan sungai besar ini menjadi alasan utama warga menetap dan membangun kampung di sekitarnya.

Tak hanya itu, Edem Barong juga mengungkapkan keterlibatan langsung kakeknya pada masa penjajahan Belanda, khususnya saat pembangunan Jembatan Bagbagan yang melintasi Sungai Cimandiri.

“Kakek saya ikut zaman Belanda membangun jembatan Bagbagan. Orang orang kampung waktu itu dilibatkan sebagai pekerja, alatnya masih sederhana, tapi jembatan itu sangat penting,” tuturnya.

Pembangunan jembatan tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah wilayah Simpenan, karena membuka akses darat dan memperlancar distribusi hasil pertanian serta perikanan masyarakat. 

Sungai Cimandiri yang sebelumnya menjadi batas alami, berubah menjadi jalur penghubung strategis antarwilayah.