JABARONLINE.COM - Rabu 8/4/2026 Meningkatnya dugaan peredaran obat keras terbatas (OKT) di wilayah Pajampangan, Sukabumi Selatan, memicu kegelisahan masyarakat. Para orang tua mulai khawatir karena obat-obatan tersebut diduga sudah menyasar kalangan remaja hingga pelajar.

Kondisi ini disampaikan langsung oleh tokoh masyarakat Pajampangan, Yudi Pratama yang dikenal dengan sapaan “Peci Merah”, saat bertemu dengan Bupati Sukabumi Asep Japar. Ia menilai situasi yang terjadi sudah tidak bisa dianggap sepele dan perlu penanganan serius dari pemerintah daerah.

“Sekarang orang tua mulai gelisah. Dugaan peredaran obat-obatan ini sudah mendekati lingkungan anak-anak dan pelajar,” kata Yudi dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, peredaran obat keras itu diduga dilakukan secara terselubung. Bahkan ada indikasi praktik penjualan yang memanfaatkan tempat usaha kecil seperti warung untuk menutupi aktivitas ilegal tersebut.

Yudi mengingatkan, apabila persoalan ini tidak segera ditangani, dampaknya bisa merusak masa depan generasi muda di kawasan Sukabumi Selatan.

“Kalau dibiarkan, ini bisa merusak anak-anak kita. Peredarannya sudah mulai terasa di masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Sukabumi Asep Japar menyatakan pihaknya tidak akan menutup mata terhadap persoalan yang dikeluhkan warga. Ia memastikan pemerintah daerah siap berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak para pelaku.

“Setiap informasi seperti ini harus ditindaklanjuti. Kami tidak akan diam, dan akan bergerak bersama aparat untuk menelusuri serta menindak siapa pun yang terlibat,” ujar Asep.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap pihak yang terlibat dalam peredaran obat terlarang karena dampaknya sangat berbahaya bagi generasi muda.