JABARONLINE.COM - Duggan kemacetan parah melanda wilayah Leuwiliang, Kabupaten Bogor bagian barat, pada Minggu sore hingga malam hari. Kepadatan kendaraan dilaporkan mencapai puluhan kilometer, terutama di kawasan Lingkar Leuwiliang dan Cibeber.
Aktivitas pasar malam yang digelar di sekitar lokasi diduga menjadi pemicu utama tersendatnya arus lalu lintas. Banyak kendaraan parkir sembarangan sehingga badan jalan semakin menyempit. Kondisi ini membuat laju kendaraan nyaris tidak bergerak, terutama pada jam sibuk sore hingga malam.
Seorang pengguna jalan, Andi (34), mengeluhkan situasi tersebut. “Macetnya parah sekali, dari siang sampai malam tidak bergerak. Banyak kendaraan parkir sembarangan karena pasar malam, jadi jalan makin sempit,” ujarnya, Minggu 22, Maret, 2026.
Hal senada disampaikan Rina (28), yang mengaku terjebak macet selama hampir tiga jam. “Harusnya perjalanan cuma 30 menit, tapi jadi lama karena pasar malam ramai dan tidak tertib,” katanya.
Masih diungkapkan warga lainya. Imron warga Kecamatan Cigudeg salah satu pengendara mobil. Macet parah di jalan raya lingkar Nasional Bogor-Lewiliang bahkan sampai ke ruas jalan Paku Lewisadeng sampai jam 05 sore dari Bogor sampai Cigudeg sampai 12 malem.
"Sepertinya tidak di antisipasi di setiap persimpangan macet tidak ada petugas. Hanya lihat petugas di ruas jalan lingkar Lewiling."tegasnya Senin malam 23, Maret, 2026.
Keluhan juga datang dari warga Kecamatan Tenjo, Adhari, yang menuturkan dalam bahasa Sunda:
“Kamari pulang ti Sukabumi ges cape, nepi ka pasar ka macet. Ka belokan terminal 200 meter mani tilu jam,” ungkapnya, Senin malam 23, Maret, 2026. (Kemarin, setelah pulang dari Sukabumi, saya merasa lelah. Untuk menempuh jarak 200 meter menuju terminal, butuh waktu hingga tiga jam)
Warga berharap adanya penataan lokasi pasar malam serta pengaturan lalu lintas yang lebih baik. Mereka menilai perlu adanya jalur alternatif keluar dari terminal agar kemacetan tidak terus berulang, terutama pada momen libur panjang dan akhir pekan.