JABARONLINE.COM - Ratusan orang, termasuk sejumlah ibu rumah tangga dan Pekerja Migran Indonesia (PMI), diduga menjadi korban penipuan investasi dan arisan bodong di Subang, Jawa Barat. Total kerugian akibat skema investasi fiktif ini ditaksir mencapai Rp 3 miliar.
Kasus ini mulai terungkap setelah empat orang korban resmi melaporkan terduga pelaku ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Subang pada Sabtu, 3 Januari 2026, siang. Meskipun jumlah korban resmi baru empat orang, kerugian yang dialami keempat pelapor tersebut mencapai Rp 320 juta.
Para pelapor yang terdiri dari SH (30) dan AR (26) asal Kecamatan Pabuaran, serta SA (28) dan IA (28) warga Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, mengaku tergiur dengan iming-iming keuntungan tinggi.
Salah satu korban, IA (28), menjelaskan bahwa terduga pelaku berinisial AEF (28) alias Ayu menawarkan investasi berbentuk simpan pinjam sejak setahun lalu. Modus yang ditawarkan sangat menggiurkan, yakni janji keuntungan sebesar 20 persen per bulan dari modal yang disetor.
“Waktu itu saya investasi Rp 200.000.000,” ujar IA kepada wartawan di Mapolres Subang pada Senin, 5 Januari 2026.
Modus Arisan untuk Menutupi Kerugian
IA melanjutkan, bukannya mendapatkan keuntungan 20 persen yang dijanjikan, para korban justru kembali ditawari skema penipuan baru berupa arisan. Pelaku berdalih bahwa arisan tersebut akan dibayarkan menggunakan hasil keuntungan dari investasi sebelumnya yang belum dicairkan.
“Alih-alih mendapatkan keuntungan dari hasil investasi, justru pelaku malah menawarkan lagi kepada saya dan para korban, dengan modus baru sebuah arisan. Arisan tersebut kata pelaku akan dibayar dari hasil keuntungan investasi,” jelas IA.
Namun, secara mendadak terduga pelaku membubarkan arisan tersebut tanpa memberikan hak para peserta. Korban IA baru menyadari dirinya tertipu setelah keuntungan investasi maupun dana arisan tak kunjung cair. Berdasarkan pengamatan korban, AEF yang diketahui ber-KTP Cikampek itu baru saja membangun rumah mewah di Patokbeusi yang diduga menggunakan dana dari para investor.